Kamis, 01 Juli 2010

Takdir Kacang & Kulit


Kulit masih termangu disela sampah-sampah yang berserakan. Ia sudah tak tahu lagi mesti berbuat apa, menyaksikan kacang yang sedang diatas penggorengan terombang-ambing oleh pengaduk, dan tentu saja merintih kepanasan.

“Ah tidak, dia tidak akan menderita. Dia rela melakukan semua ini agar bermanfaat oleh bagi banyak.” Tepis kekhawatiran Kulit.

Kulit sangat menyayangi Kacang, mereka sudah bersama sejak kecil. Selama ini Kulit selalu melindungi Kacang dari apapun. Tetapi ketika takdir berkehendak lain, Kulit tidak bisa berbuat apa-apa. Hati kecilnya bertanya-tanya, “Kenapa kami harus dipisahkan seperti ini? Atau kenapa bukan aku saja yang di goreng?”

Tetapi pada akhirnya takdir tetap harus berjalan. Mereka tetap berpisah, Kacang tetap untuk di makan, dan Kulit tetap untuk di buang. Sungguh miris, padahal mereka sedari kecil selalu bersama, tetapi harus dipisahkan seperti ini.

2 komentar:

  1. kasian kulit,
    kulit tak pernah melupakan kacang, tapi kacang selalu lupa kulit..
    apa karena di goreng jadi pusing karena di bolak balik terus n lupa ingatan ??

    hehe..
    gatau... ^^

    BalasHapus
  2. hahahaa... bisa jadi juga ya de begitu... :p

    BalasHapus