Jumat, 02 Juli 2010

Suicide Dolphin & Reghina


ku tersenyum
menatapi langit langit
tapi entah apa yang kuperhatikan
atau apa yang membuatku tersenyum

sesaat larut pada silam
perih dihantar angin lewat jendela
perlahan menggugurkan cahaya mata
tak ada yang mengalir
tak ada yang kufikir

hanya angin mendesir
mengalir
bagai air yang melengkung di pipi
tersapu bayu ketika memalingkan wajah
menatap pada pisau disela jemari
: nadi

mulai terasa lelah menghela
paruparuku sesak diselimuti jelaga
sepanjang hari melakoni jati diri
dengan konsep yang mereka ingini
berlutut tak berdaya
dicambuki kata setia
sementara, yang digenggam hanya sia sia

sia sia

biar kuselesaikan sia sia ini
agar paruparu tak lagi sesak terselimut jelaga
aku ingin terbang
aku ingin bebas
aku ingin menari di udara

sambil mencibir pada mereka para dewa

“Sret...”

seketika anyir menggerayang jilati pergelangan
menghantar nanar di kesadaran
aku menatapi aku yg sendiri
mengakhiri kepiatuan hati

tak adalagi kelabu bertopengkan pelangi
tak adalagi luka bertopengkan keikhlasan
hanya darah yang mengalir di lantai lantai
menggenang

aku be?bas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar